Rabu, 16 April 2014

Belajar dan Pembelajaran


Belajar dan Pembelajaran

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas Duffy dan Roehler (1989) mengatakan apa yang dilakukan guru agar proses belajar mengajar berjalan lancar, bermoral dan membuat siswa merasa nyaman merupakan bagian dari aktivitas mengajar, juga secara khusus mencoba dan berusaha untuk mengimplementasikan kurikulum dalam kelas. Sementara itu pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Jadi pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum. Dalam buku pedoman melaksanakan kurikulum SD,SLTP dan SMU (1994) istilah belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa buku, lingkungan, guru dll. Selama ini Gredler (1986) menegaskan bahwa proses perubahan sikap dan tingkah laku itu pada dasarnya berlangsung pada suatu lingkungan buatan (eksperimental) dan sangat sedikit sekali bergantung pada situasi alami (kenyataan). Oleh karena itu lingkungan belajar yang mendukung dapat diciptakan, agar proses belajar ini dapat berlangsung optimal.



Dikatakan pula bahwa proses menciptakan lingkungan belajar sedemikian rupa disebut dengan pembelajaran. Belajar mungkin saja terjadi tanpa pembelajaran, namun pengaruh suatu pembelajaran dalam belajar hasilnya lebih sering menguntungkan dan biasanya mudah diamati. Mengajar diartikan dengan suatu keadaan untuk menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. Situasi ini tidak harus berupa transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa saja tetapi dapat dengan cara lain misalnya belajar melalui media pembelajaran yang sudah disiapkan. Gagne dan Briggs (1979:3) mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Sepintas pengertian mengajar hampir sama dengan pembelajaran namun pada dasarnya berbeda. Dalam pembelajaran kondisi atau situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh perancang atau guru. Sementara itu dalam keseharian di sekolah-sekolah istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami sama dengan proses belajar mengajar di mana di dalamnya ada interaksi guru dan siswa dan antara sesama siswa untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku siswa. Apa yang dipahami guru ini sesuai dengan pengertian yang diuraikan dalam buku pedoman kurikulum (1994:3).



Belajar merupakan aktivitas dari kehidupan manusia. Ajaran agama sebagai pedoman hidup juga menganjurkan manusia untuk selalu belajar. Secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu” (Baharudin & Esa Nur Wahyuni, 2007: 34). Aktivitas belajar sangat terkait dengan proses penemuan (pencarian ilmu). Proses pencarian ilmu ini merupakan proses belajar.



 Winkel ( 2004 : 59 ) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pemahaman-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan membekas. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua perubahan akibat dari belajar. Belajar akan lebih efektif apabila si pembelajar melakukan dengan suasana menyenangkan dan dapat menghayati objek pembelajaran secara langsung.



Menurut paham konstruktivis, belajar merupakan proses aktif di mana pelajar secara aktif mengkonstruksi belajarnya dari berbagai macam input yang diterimannya. Belajar adalah tentang membantu murid untuk mengkonstruksikan makna mereka sendiri.  Menurut Masnur ( 2007 : 52 ) makna belajar adalah kegiatan aktif siswa dalam membangun pemahaman. Guru berperan memberikan fasilitas atau pengalaman agar siswa dapat membangun pemahaman sendiri.



Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku seseorang dari tidak tahu menjadi mengetahui.  Whitherington (dalam Poerwanto 1986 : 86) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan dalam kepribadian yang menyatakan arti sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa percakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian baru.Belajar mempunyai teori –teori diantaranya teori ilmu jiwa Gestalt. Tokoh ilmu jiwa ini adalah Koffiks dan Koher. Menurut teori, keseluruhan sebagai prinsip yang penting. Anak tidak dipandang sebagai daya-daya yang terpisah, melainkan sebagai keseluruhan yang berintegrasi dengan lingkungannya. 
Berdasarkan teori ilmu jiwa Gestal tersebut, pendapat lain menyatakan bahwa seseorang akan belajar apabila ia mendapat insight. Insight mdiperoleh kalau seseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsure dalam situasi tertent. Timbulnya Insight tersebut tergantung kepada: (a) kesanggupan, maksudnya kesanggupan atau kemampuan intelektual individu, (b) pengalaman, belajar berarti akan mendapatkan pengalaman, pengalaman itu akan mempermudah munculnya insight, (c) taraf kompleksitas dari suatu situasi, semakin kompleks semakin sulit, (d) latihan, dengan banyak latihan akan dapat mempertinggi kesanggupan memperoleh insight, dalam situasi -situasi bersamaan yang telah dilatih, dan (c) trial and error, sering seseorang tidak dapat memecahkan, baru setelah mengadakan percobaan seseorang itu dapat menemukan hubungan berbagai unsur dalam problem itu, sehingga akhirnya menemukan insight.

Salam, semoga tulisan ini bermanfaat.

1 komentar: