Belajar dan Pembelajaran
Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan
mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar
dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal
lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas
Duffy dan Roehler (1989) mengatakan apa yang dilakukan guru agar proses belajar
mengajar berjalan lancar, bermoral dan membuat siswa merasa nyaman merupakan
bagian dari aktivitas mengajar, juga secara khusus mencoba dan berusaha untuk
mengimplementasikan kurikulum dalam kelas. Sementara itu pembelajaran adalah
suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional
yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Jadi pembelajaran adalah
suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk memodifikasi berbagai kondisi yang
diarahkan untuk tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum.
Dalam buku pedoman melaksanakan kurikulum SD,SLTP dan SMU (1994) istilah
belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah
terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar tersebut dapat
berupa buku, lingkungan, guru dll. Selama ini Gredler (1986) menegaskan bahwa
proses perubahan sikap dan tingkah laku itu pada dasarnya berlangsung pada suatu
lingkungan buatan (eksperimental) dan sangat sedikit sekali bergantung pada
situasi alami (kenyataan). Oleh karena itu lingkungan belajar yang mendukung
dapat diciptakan, agar proses belajar ini dapat berlangsung optimal.
Dikatakan
pula bahwa proses menciptakan lingkungan belajar sedemikian rupa disebut dengan
pembelajaran. Belajar mungkin saja terjadi tanpa pembelajaran, namun pengaruh
suatu pembelajaran dalam belajar hasilnya lebih sering menguntungkan dan
biasanya mudah diamati. Mengajar diartikan dengan suatu keadaan untuk
menciptakan situasi yang mampu merangsang siswa untuk belajar. Situasi ini
tidak harus berupa transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa saja tetapi
dapat dengan cara lain misalnya belajar melalui media pembelajaran yang sudah
disiapkan. Gagne dan Briggs (1979:3) mengartikan instruction atau pembelajaran
ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa,
yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk
mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat
internal. Sepintas pengertian mengajar hampir sama dengan pembelajaran namun
pada dasarnya berbeda. Dalam pembelajaran kondisi atau situasi yang
memungkinkan terjadinya proses belajar harus dirancang dan dipertimbangkan
terlebih dahulu oleh perancang atau guru. Sementara itu dalam keseharian di
sekolah-sekolah istilah pembelajaran atau proses pembelajaran sering dipahami
sama dengan proses belajar mengajar di mana di dalamnya ada interaksi guru dan
siswa dan antara sesama siswa untuk mencapai suatu tujuan yaitu terjadinya
perubahan sikap dan tingkah laku siswa. Apa yang dipahami guru ini sesuai dengan
pengertian yang diuraikan dalam buku pedoman kurikulum (1994:3).
Belajar
merupakan aktivitas dari kehidupan manusia. Ajaran agama sebagai pedoman hidup
juga menganjurkan manusia untuk selalu belajar. Secara etimologis belajar
memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu” (Baharudin & Esa
Nur Wahyuni, 2007: 34). Aktivitas belajar sangat terkait dengan proses penemuan
(pencarian ilmu). Proses pencarian ilmu ini merupakan proses belajar.
Winkel ( 2004 : 59 ) menyatakan bahwa belajar
merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi
aktif dengan lingkungan yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam
pemahaman-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat
relatif konstan dan membekas. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua
perubahan akibat dari belajar. Belajar akan lebih efektif apabila si pembelajar
melakukan dengan suasana menyenangkan dan dapat menghayati objek pembelajaran
secara langsung.
Menurut
paham konstruktivis, belajar merupakan proses aktif di mana pelajar secara aktif
mengkonstruksi belajarnya dari berbagai macam input yang diterimannya. Belajar
adalah tentang membantu murid untuk mengkonstruksikan makna mereka
sendiri. Menurut Masnur ( 2007 : 52 )
makna belajar adalah kegiatan aktif siswa dalam membangun pemahaman. Guru
berperan memberikan fasilitas atau pengalaman agar siswa dapat membangun
pemahaman sendiri.
Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku
seseorang dari tidak tahu menjadi mengetahui. Whitherington (dalam
Poerwanto 1986 : 86) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan dalam
kepribadian yang menyatakan arti sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang
berupa percakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian
baru.Belajar mempunyai teori –teori diantaranya teori ilmu jiwa Gestalt. Tokoh
ilmu jiwa ini adalah Koffiks dan Koher. Menurut teori, keseluruhan sebagai
prinsip yang penting. Anak tidak dipandang sebagai daya-daya yang terpisah,
melainkan sebagai keseluruhan yang berintegrasi dengan lingkungannya.
Berdasarkan teori ilmu jiwa Gestal tersebut,
pendapat lain menyatakan bahwa seseorang akan belajar apabila ia mendapat
insight. Insight mdiperoleh kalau seseorang melihat hubungan tertentu antara
berbagai unsure dalam situasi tertent. Timbulnya Insight tersebut tergantung
kepada: (a) kesanggupan, maksudnya kesanggupan atau kemampuan intelektual
individu, (b) pengalaman, belajar berarti akan mendapatkan pengalaman,
pengalaman itu akan mempermudah munculnya insight, (c) taraf kompleksitas dari
suatu situasi, semakin kompleks semakin sulit, (d) latihan, dengan banyak
latihan akan dapat mempertinggi kesanggupan memperoleh insight, dalam situasi
-situasi bersamaan yang telah dilatih, dan (c) trial and error, sering
seseorang tidak dapat memecahkan, baru setelah mengadakan percobaan seseorang
itu dapat menemukan hubungan berbagai unsur dalam problem itu, sehingga
akhirnya menemukan insight.
Salam, semoga tulisan ini bermanfaat.